Kontes Kecantikan Sapi Sonok Desa Dempo Barat
Sabtu, 10 Oktober 2026 merupakan hari yang paling saya tunggu dan menjadi momen yang spesial bagi warga Dempo Barat khususnya pecinta sapi betina.
Lapangan Desa Dempo Barat yang biasanya sepi kini ramai dipadati ratusan pasangan sapi betina yang siap mengikuti pagelaran Kontes Sapi Sonok yang akan berlangsung satu hari penuh. Dimulai sejak pagi sekitar jam tujuh sampai jam lima sore.
Apa Itu Kontes Sapi Sonok?
Sapi sonok adalah tradisi khas asli Madura yang memamerkan keindahan dan keserasian sepasang sapi betina. Sapi dihias secantik mungkin dengan aksesoris yang memang didesain khusus, lalu seorang instruktur akan menuntun di belakang dan memberi instruksi lewat tali yang digenggamnya.
Dengan Langkah kecil-kecil sambil diiringi musik gamelan sang sapi akan berjalan di dalam sebuah lintasan, pelan tapi pasti, memasuki pintu gapura. Di Seberang gapura duduklah beberapa juri yang akan menilai sapi-sapi tersebut.
Dilansir dari Wikepedia istilah Sono’ sendiri merupakan akronim dari sokonah nungko’ yang secara tekstual berarti “kakinya naik”.
Selain sebagai hewan ternak, bagi masyarakat Madura sapi juga merupakan simbol kebanggaan dan identitas bagi sang pemilik. Kontes kecantikan hewan ini secara tidak langsung jadi ajang adu gengsi di antara peserta. Karena dapat dipastikan sapi yang ikut serta dalam event tersebut adalah sapi dengan kualitas terbaik dari daerahnya masing-masing.
Tak ubahnya model kecantikan, jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan pameran, para sapi ini juga harus menjalani berbagai perawatan.
Perawatan tersebut meliputi pemberian jamu berupa telur dan susu agar mereka memiliki stamina yang kuat, menjaga kebersihan dengan cara dimandikan secara rutin, dan menjalani training atau pelatihan oleh instruktur sapi yang sudah berpengalaman.
Peserta kontes merupakan sapi-sapi terbaik yang datang dari berbagai penjuru di Madura di antaranya Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Untuk tahun ini jumlah peserta yang hadir sebanyak 134 pasang sapi betina. Lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai warisan budaya tentu kegiatan kontes semacam ini perlu dilaksanakan dan diperkenalkan kepada generasi muda. Agar mereka bisa melihat secara langsung tradisi yang selama ini hanya mereka dengar dari para orang tua. Dan tugas merekalah untuk melestarikannya.
Bagi saya waktu masih kecil kegiatan kontes sapi sonok sangat dinantikan karena inilah waktu terbaik agar saya bisa membeli mainan baru. Namun, setelah dewasa saya baru sadar bahwa Sapi Sono’ ini tidak hanya sekadar hiburan semata.
Saya menjadi tahu bahwa para peserta yang datang dari berbagai daerah di Madura masing-masing membawa sapi terbaiknya untuk di pamerkan dan secara tidak langsung memberi peluang untuk mempromosikan sapi yang mereka miliki.
Di samping itu, lewat perhelatan akbar ini sapi para peserta akan dikenal secara luas baik oleh masyarakat umum maupun di kalangan para pecinta sapi sonok.
Sapi yang ikut serta dalam kontes kecantikan sapi sono’ adalah sapi elit dengan nilai tawar jual yang tinggi bahkan harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Tidak hanya pemilik sapi yang diuntungkan, berkat terlaksananya kegiatan ini para pedagang kecil kaki lima juga kecipratan rezeki. Sejak hari jum’at para penjual sudah menggelar dagangan mereka yang tersebar di beberapa sudut. Berbagai macam dagangan tumpah ruah di sisi kiri-kanan jalan sepanjang lapangan Dempo Barat.
Karena kebetulan pelaksanaan kontes sapi sono’ ini berlangsung setelah panen tembakau selesai sehingga para orang tua insya Allah punya cukup uang untuk membelikan jajan dan mainan anak-anak mereka.




Posting Komentar