Maulid Nabi ala Madura.

Daftar Isi

Suasa perayaan Maulid Nabi di salah satu rumah warga
Foto : Dokumen Pribadi

Lantunan shalawat terdengar mengalun dari pelantang suara, menjadi pertanda bahwa acara akan segera dimulai. Mendengar lantunan merdu tersebut, para tetangga datang satu per satu menuju sumber suara. Tua maupun muda duduk rapi bersila, menyatu dalam kebersamaan. 

Di hadapan para tamu, telah tersaji aneka buah-buahan dan jajanan tradisional. Acara kemudian dibuka dengan pembacaan Surah Yasin bersama, dilanjutkan dengan tahlil, disusul pembacaan Barzanji atau pujian-pujian kepada Nabi, dan ditutup dengan doa yang khusyuk.

Itulah sekilas gambaran kemeriahan tradisi perayaan Maulid Nabi di kampung-kampung Madura. Kemeriahan ini merupakan salah satu bentuk perwujudan cinta masyarakat kepada Baginda Nabi Muhammad saw. 

Acara Maulid Nabi di Madura
Foto : Dokumen Pribadi

Perayaannya sendiri dilaksanakan secara bergantian dari satu rumah ke rumah lainnya. Oleh karena itu, tidak heran jika sepanjang bulan Rabiul awal, kita akan sering mendengar lantunan shalawat nabi bergema dari berbagai sudut kampung.

Namun, jika diamati lebih jauh, pelaksanaan Maulid Nabi saat ini telah mengalami beberapa pergeseran, salah satunya pada berkat atau bingkisan yang diberikan kepada tamu untuk dibawa pulang. Dahulu, berkat umumnya berisi jajanan tradisional yang dibuat langsung oleh tangan tuan rumah. 

Kini, sajian tersebut sering kali berganti menjadi produk instan seperti mi atau minuman kemasan. Beberapa orang bahkan menggantinya dengan bahan kebutuhan pokok seperti gula dan minyak goreng, atau barang berharga lain seperti kipas angin. Hal ini tak ayal memunculkan kesan bahwa perayaan Maulid Nabi terkadang bergeser menjadi ajang pamer status sosial di tengah masyarakat.

Terlepas dari dinamika tersebut, semoga perayaan Maulid Nabi senantiasa menjadi bahan introspeksi diri bagi kita semua. Mari kita terus meneladani kehidupan Rasulullah saw. yang senantiasa hidup bersahaja, agar kelak kita bisa mendapatkan syafaat dan cinta kasihnya.

Allahumma shalli 'ala Muhammad.

Posting Komentar