SEPI. Baca Buku ini Agar Tidak Kesepian
Ceritanya bermula ketika saya mampir ke website Pijarpsikologi. Tepat di halaman beranda, tampil sebuah buku yang diikut dengan caption singkat di bagian sebelah kiri. Buku ini langsung mengurung perhatian saya dan mengundang rasa penasaran.
SEPI, judul buku tersebut begitu singkat namun mengundang tanya besar di benak saya. Jika dilihat sekilas dari judulnya buku ini erat kaitannya dengan kesehatan mental dan sangat relevan dibaca di tengah gelombang pasang media sosial saat ini.
Setelah melakukan sedikit riset — baca ulasan di sana-sini, cari tahu isinya seperti apa, akhirnya saya membulatkan tekad untuk melakukan ceck out di toko orange.
Alasan kenapa saya begitu yakin untuk membeli buku ini karena saya tahu bahwa buku terbitan Pijarpsikologi ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami. Karena sebelumnya saya juga sudah membaca buku "Yang Belum Usai : Kenapa Manusia Punya Luka Batin" yang juga diterbitkan oleh pijarpsikologi.
Belum tuntas dibaca.
Saya membeli buku ini dua tahun silam, tepatnya tahun 2024. Sampai saat ini belum tuntas dibaca meskipun bukunya sudah ditaruh di dalam tas dan dibawa kemana-mana setiap hari.
Kutipan dan ilustrasi yang menarik
Salah satu daya tarik dari buku ini adalah kutipan-kutipannya dan juga disertai dengan ilustrasi atau gambar yang keren.
![]() |
| Pandemi dan Perasaan Kesepian |
![]() |
| Obat Kesepian |
![]() |
| Dicintai atau dipahami? |
Kamu pernah merasa sepi di tengah keramaian? Atau justru menemukan ketenangan dalam kesendirian? Cerita di kolom komentar, yuk.




Posting Komentar