Kenapa Mesin Yamaha 155 VVA Boros Bensin? Ini Penyebab & Solusinya!
![]() |
Pernahkah Anda merasa motor Yamaha Aerox atau NMAX kesayangan Anda terasa lebih cepat kehabisan bensin dibandingkan motor lain? Masalah boros bensin di mesin Yamaha 155 VVA memang sering kali menjadi perbincangan hangat di kalangan penggunanya. Sebelum buru-buru menyalahkan mesin motor, mari kita cari tahu bersama fakta dan apa yang sebenarnya terjadi!
Klaim Bensin Irit vs Fakta di Lapangan
Sering kali kita tergiur dan tergoda dengan angka konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tertera di brosur motor baru. Namun, apakah angka tersebut selalu sejalan dengan fakta di lapangan?
Realita Pengujian Konsumsi BBM Motor Saat Ini
Klaim irit dari pabrikan memang sangat menjanjikan di atas kertas. Misalnya, Honda Beat diklaim bisa menempuh 60 km/liter, Vario 160 mencapai 46,9 km/liter, dan Yamaha Gear berada di angka 45-55 km/liter. Sayangnya, hampir mustahil kita mendapatkan angka yang sama persis dalam penggunaan sehari-hari.
Mengapa demikian? Karena pabrikan melakukan pengetesan dalam kondisi yang paling efisien, seperti bobot yang ringan, kecepatan optimal, dan kondisi jalan yang mulus. Kondisi ini tentu sangat berbeda dengan kenyataan di jalanan yang sering kali macet atau terjal menanjak.
Konsumsi BBM Rata-rata Yamaha NMAX dan Aerox 155
Jika kita melihat data pengetesan riil di jalanan, angka konsumsi BBM motor bertenaga 155cc ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Menurut data dari Grid Auto, rata-rata konsumsi BBM Yamaha NMAX ada di angka 39,5 km/liter dan Yamaha Aerox 155 di angka 39,8 km/liter.
Jika dibandingkan dengan kompetitor terdekatnya di kelas yang sama, seperti Honda Vario 160 yang mencatatkan angka sekitar 46 km/liter, perbedaannya hanyalah sekitar 6 km/liter. Angka ini sejatinya tidak terlampau jauh. Lantas, dari mana stigma "boros" ini berasal?
Alasan Teknis Kenapa Mesin Yamaha 155 VVA Boros Bensin
Untuk menjawabnya, kita harus mengetahui jenis mesin atau teknologi pada motor ini, yaitu teknologi VVA itu sendiri.
Cara Kerja dan Karakteristik Teknologi VVA (Variable Valve Actuation)
Mesin Yamaha yang menggunakan teknologi VVA memiliki dua cam profile (profil noken as) yang bekerja secara bergantian melalui perintah ECU.
- Profil Low-Lift: Saat putaran mesin di bawah 6.000 RPM, profil ini akan aktif. Bukaan klep tidak akan terlalu dalam dan hanya terbuka dalam waktu singkat, sehingga bensin yang masuk ke ruang bakar lebih sedikit. Fase ini dirancang murni untuk efisiensi.
- Profil High-Lift (VVA Aktif): Ketika putaran mesin naik menyentuh angka di atas 6.000 RPM, profil kedua akan mengambil alih. Bukaan klep berubah menjadi lebih dalam dan lama untuk meningkatkan efisiensi volumetrik demi mengejar tenaga puncak. Otomatis, hal ini menuntut suplai bensin yang jauh lebih banyak agar rasio campuran tetap ideal.
Gaya Berkendara Sangat Menentukan
Karena sistem VVA yang sangat dinamis ini, konsumsi BBM mesin 155 VVA menjadi sangat fluktuatif atau tidak stabil. Kuncinya ada di pergelangan tangan Anda. Semakin pelan Anda menarik putaran gas, maka motor akan semakin irit. Namun sebaliknya, semakin kencang Anda memuntir gas hingga VVA terus-menerus aktif, maka motor Anda akan terasa semakin boros bensin.
Beda Orientasi antara Yamaha vs Honda
Perbedaan mencolok juga terlihat dari perbedaan orientasi antara Yamaha vs Honda. Honda merancang mesin Vario 160 (dengan kompresi 12:1) murni untuk efisiensi BBM dan torsi harian. Di sisi lain, Yamaha (seperti pada Aerox 155 dengan kompresi 11,6:1) memang merancang mesinnya untuk mengejar performa. Pattern Yamaha dari dulu memang jarang mengutamakan efisiensi tingkat tinggi demi menyajikan pengalaman berkendara yang lebih bertenaga.
Kesalahan Pengguna yang Bikin Mesin 155 VVA Makin Boros
Kadang kala, keluhan boros yang berlebihan justru datang dari kelalaian perawatan dan penggunaan sehari-hari.
Penggunaan Bahan Bakar Oktan Rendah (Pertalite)
Mesin Yamaha Aerox dan NMAX memiliki rasio kompresi yang cukup tinggi, yaitu di angka 11,6:1. Secara teknis, spesifikasi ini mewajibkan penggunaan bahan bakar dengan minimal oktan RON 92 (seperti Pertamax Biru). Jika Anda masih nekat menggunakan Pertalite, jangan heran jika bensin terasa cepat habis.
Dampak Buruk Pertalite pada ECU dan Sistem Pengapian
Ketika diisi Pertalite, ECU akan secara otomatis mengubah timing pengapian untuk mencegah mesin menjadi panas atau rusak. Dalam proses ini, ECU akan memperkaya campuran bensin, yang berujung pada proses pembakaran yang tidak sempurna. Jika kondisi pembakaran sudah tidak sempurna lalu motor sering digeber, maka itu menjadi kombinasi yang sangat pas untuk membuang-buang bensin secara sia-sia.
Solusi dan Tips Mengatasi Mesin Yamaha 155 VVA yang Terlalu Boros
Jika Anda merasa konsumsi bensin motor Yamaha 155 VVA Anda sudah tidak wajar, jangan panik. Ada beberapa langkah perbaikan yang bisa segera Anda lakukan.
Langkah Perbaikan yang Bisa Dilakukan
- Ganti BBM Segera: Ini adalah langkah paling krusial. Segera beralihlah ke bahan bakar dengan oktan minimal RON 92 (Pertamax) agar proses pembakaran sesuai dengan kompresi mesin.
- Ganti Busi: Jika BBM sudah diganti tapi masih boros, coba cek dan ganti busi motor Anda dengan yang baru.
- Cek Sistem Pengapian dan ECU: Jika langkah pertama dan kedua belum membuahkan hasil, lakukan pengecekan menyeluruh pada sistem pengapian hingga ECU. Semakin sempurna pengapian, maka akan semakin sempurna pembakaran sehingga konsumsi BBM jauh lebih efisien.
Pilih Performa atau Efisiensi?
Pada akhirnya, semuanya kembali pada prioritas masing-masing. Jika Anda mencari motor yang sangat irit dan tidak ingin dipusingkan dengan urusan bensin, pilihlah motor Honda. Namun, jika Anda mencari sensasi performa berkendara yang responsif dan tidak keberatan dengan konsumsi bensin yang sedikit lebih banyak, maka lini motor Yamaha 155 VVA adalah pilihan yang tepat.
Mesin Yamaha memang sedikit lebih boros, tapi dengan perawatan dan penggunaan BBM yang tepat, borosnya tentu tidak akan "selebay" yang dikatakan banyak orang.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Q: Kapan fitur VVA di Yamaha Aerox/NMAX aktif?
- A: Fitur VVA (Variable Valve Actuation) akan otomatis aktif secara mekanis ketika putaran mesin menyentuh angka di atas 6.000 RPM.
Q: Berapa konsumsi BBM rata-rata Yamaha Aerox 155?
- A: Berdasarkan pengujian riil di jalanan, rata-rata konsumsi bensinnya berada di kisaran 39,8 km/liter, tergantung kondisi jalan lalu lintas dan gaya berkendara penggunanya.
Q: Apakah aman memakai Pertalite untuk Yamaha NMAX/Aerox?
- A: Sangat tidak disarankan. Mesin 155 VVA memiliki rasio kompresi cukup tinggi (11,6:1) yang membutuhkan minimal bensin dengan oktan RON 92 (Pertamax). Memakai Pertalite justru membuat pembakaran tidak sempurna, mesin lebih panas, dan motor menjadi jauh lebih boros.


Post a Comment