Honda Giorno Gagal Masuk Indonesia. Terungkap ! Inilah Alasannya.
Honda Giorno Gagal Masuk Indonesia - Tren motor matic bergaya retro alias Vespa matic saat ini sedang sangat digemari di pasar Indonesia. Jika ditarik mundur, tren desain retro klasik ini sebenarnya sudah dipelopori sejak lama oleh kehadiran Honda Scoopy. Kesuksesan Scoopy membuat Indonesia dibanjiri motor berkonsep serupa.
Tentu saja, Honda tidak hanya berdiam diri dengan Scoopy. Baru-baru ini, mereka merilis Honda Stylo yang mengusung konsep retro modern. Kehadiran Stylo ini memang menarik, namun di sisi lain justru membawa kekecewaan bagi sebagian fansboy Honda. Pasalnya, sebelum Stylo rilis, santer terdengar kabar bahwa Honda akan memasukkan Honda Giorno—motor yang dinilai memiliki desain jauh lebih presisi, classy, dan sangat kental nuansa retronya.
Sayangnya, meski sangat disukai, Giorno dipastikan tidak dijual di pasar Tanah Air. Lantas, Apa Alasan Honda Giorno tidak masuk Indonesia? Berikut adalah 4 alasan utama yang wajib Anda ketahui.
4 Alasan Utama Kenapa Honda Giorno Tidak Masuk Indonesia
1. Masalah Kapasitas Mesin.
Alasan pertama yang paling mendasar adalah ketidakcocokan mesin Giorno dengan kebiasaan pasar Indonesia. Di negara asalnya, Jepang, Giorno awalnya dirilis sebagai motor matic khusus dengan kapasitas mesin sangat kecil, yakni varian 50cc. Jika versi ini dipaksakan masuk ke Indonesia, sudah pasti hanya akan menjadi bahan hujatan.
Memang, di Thailand terdapat Giorno Plus yang menggunakan mesin 125cc. Namun, Honda Indonesia sangat tergila-gila dengan "permainan angka CC". Pabrikan ini tahu betul bahwa bagi mayoritas konsumen Indonesia, angka CC adalah segalanya. Lihat saja deretan motor mereka seperti PCX 160, Vario 160, hingga Stylo 160. Padahal, kubikasi mesin aslinya hanyalah 156,9cc yang kemudian dibulatkan menjadi 160cc demi kebutuhan marketing. Karena obsesi pada angka CC besar inilah, Giorno 125cc dinilai tidak akan mampu bersaing di lini produk internal mereka sendiri.
2. Ancaman Kanibalisme Produk & Harga
Jika Honda nekat memasukkan Giorno, masalah harga akan menjadi bumerang. Saat ini, Honda Scoopy bermesin 110cc dijual di angka Rp23 jutaan, sementara Honda Stylo 160 ada di angka Rp29 jutaan. Artinya, hanya tersisa celah harga sebesar Rp6 juta di antara keduanya.
Jika Giorno Plus masuk, di harga berapa motor ini akan dijual? Seandainya ditaruh di tengah-tengah, yakni sekitar Rp26 jutaan, Giorno akan merusak harga pasar yang suda ada. Scoopy akan mendapat image buruk sebagai motor "kentang" yang ketinggalan zaman, sementara Stylo akan dianggap overprice. Giorno justru akan memangsa angka penjualan saudara-saudaranya sendiri.
3. Honda Sedang Berada di "Zona Nyaman"
Alasan selanjutnya murni dari kacamata bisnis. Saat ini, Honda sedang berada di zona paling nyaman. Meskipun penjualannya sedikit menurun, Honda Scoopy masih bisa terjual hingga ratusan ribu unit per tahun, begitu juga dengan Honda Stylo.
Ketika sebuah pabrikan sedang berada di posisi nyaman dengan produk yang selalu diterima pasar, mereka cenderung menjadi lambat dalam pergerakan dan inovasi. Untuk apa Honda repot-repot memasukkan Giorno yang notabene adalah produk baru jika line-up saat ini saja sudah mencetak angka penjualan yang sangat manis?
4. Selera Desain Konsumen Indonesia
Meski sama-sama retro, ada perbedaan mendasar antara selera konsumen lokal dengan desain Giorno. Orang Indonesia sangat menyukai desain motor yang memiliki nuansa atau lekukan tajam. Honda Stylo berhasil menjawab ini; meskipun berkonsep retro, Stylo tetap memiliki garis desain agresif yang membuatnya terlihat modern dan sporty.
Sebaliknya, Giorno mengusung desain yang benar-benar halus dan membulat dari depan hingga belakang. Bukannya jelek, tapi jika disandingkan, Stylo terbukti memiliki daya tarik desain yang jauh lebih pas untuk memanjakan mata konsumen Indonesia pada umumnya.
Apakah Ada Peluang Giorno Masuk ke Indonesia?
Berbeda dengan pabrikan seperti Suzuki yang kerap kesulitan membawa produk seperti Saluto atau Sui ke Indonesia karena angka penjualan yang minim, Astra Honda Motor (AHM) sebenarnya memiliki kekuatan dan kesempatan. Dengan penjualan nyaris menyentuh 5 juta unit per tahun, hampir tidak ada motor yang tidak bisa dibawa AHM ke Indonesia.
Hanya saja, Honda Indonesia sangat idealis dalam soal manejerial line-up produknya. Bisa disimpulkan, Giorno hampir mustahil diluncurkan di sini. Jika suatu saat tiba-tiba Honda Indonesia merilis Giorno, berarti ada sesuatu yang salah dengan strategi mereka saat ini, sehingga mereka terpaksa repot-repot melakukan langkah krusial untuk menaikkan kembali angka penjualan.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Berapa CC mesin Honda Giorno?
- Honda Giorno di Jepang memiliki varian bermesin 50cc. Sedangkan varian Honda Giorno+ yang diluncurkan di Thailand menggunakan mesin berkapasitas 125cc.
Apa motor pengganti Honda Giorno di Indonesia?
- Alih-alih merilis Giorno, Honda Indonesia lebih memilih merilis Honda Stylo 160 untuk mengisi segmen pasar motor matic retro-modern.
Kenapa harga Honda Stylo dan Scoopy jadi penghalang Giorno?
- Karena celah harga antara Scoopy (Rp23 jutaan) dan Stylo (Rp29 jutaan) terlalu mepet. Memasukkan Giorno di rentang harga tersebut (misal Rp26 jutaan) akan merusak pasaran Scoopy dan Stylo.

Post a Comment