Akaza Tidak Sejahat yang Kita Kira. 5 Fakta Menarik tentang Akaza.
Table of Contents
![]() |
| Gambar : Pikiran Rakya Jateng |
Kepalanya terpenggal. Akaza, iblis bulan atas peringkat tiga itu, masih berdiri walupun tubuhnya sudah tak memiliki kepala. Badannya masih tegap.
Keadaan itu kontras sekali dengan keadaan yang dialami oleh kedua lawannya, Tanjiro Kamado dan Giyu Tamioka. Dua pemburu iblis itu babak belur. Tanjiro pingsan. Sementara Giyu sudah berdarah-darah dan kehabisan tenaga.
"Hakuji, sudah cukup". Pinta seorang perempuan yang tau-tau sudah menggenggam tangan Akaza.
Akaza hanya mematung. Ia tak mengenali perempuan tersebut. Namun perlahan, ibarat kotak pandora, ingatan tentang masa lalu Akaza mulai terbuka. Dan orang-orang penting yang dulu pernah mengisi hari-harinya kini mulai hadir kembali.
"Hakuji". Lembut, perempuan itu memanggil Akaza.
Hakuji. Nama itu adalah nama Akaza di masa lalu sebelum ia menjadi iblis pesuruh Muzan. Selain fakta tersebut ada beberapa fakta lain tentang Akaza.
Berikut 5 Fakta Menarik tentang Akaza dalam Demon Slayer: Infinity Castle.
Penyayang Orang Tua.
Dalam momen flashback dikisahkan bahwa Akaza hanya memiliki seorang ayah yang sudah sakit-sakitan. Dia yang merawat ayahnya sendirian. Demi mengobati penyakit ayahnya dia rela mencuri dan sering babak belur dipukul warga.
Rasa sayang itu bisa kita deteksi dari salah satu ungkapan Akaza. "Mereka bisa mencambukku sesuka hati. Tapi aku akan menahan semuanya demi ayahku. Aku rela menggantikannya".
Jadi Kriminal di Usia 11 Tahun.
Hakuji kecil sudah memiliki 3 garis tato ditangannya sebagai tanda bahwa sudah melakukan tindakan kriminalitas berulang kali. Dia kerap mencuri uang untuk digunakan membeli obat ayahnya. Tindakan kriminal itu dia lakukan semata-mata demi kesembuhan sang ayah.
Ayahnya BUNDIR.
Ayahnya meninggal bunuh diri ketika mendengar Akaza ditangkap lagi karena mencuri. Sang ayah merasa bahwa ia hanya menjadi beban bagi Akaza.
Tindakan bunuh diri semacam ini mungkin memang sudah menjadi semacam hal lumrah di Jepang sana. Kasus serupa juga menimpa ibu Koyuki, kekasih Akaza, yang juga melakukan bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke sungai.
Gagal Menikah.
Pasca kematian ayahnya, Akaza diasuh oleh seorang guru bela diri bernama Keizo. Sang guru juga meminta Akaza merawat anaknya yang sakit-sakitan. Dibawah bimbingannya Akaza lambat laun tumbuh jadi pribadi yang baik.
Setelah 3 tahun dengan sabar merawat Koyuki, sang guru memberi kepercayaan kepada Akaza untuk menikahi putri semata wayangnya. Namun, kenyataan sering berjalan tak sesuai harapan. Malangnya, Guru dan kekasihnya diracun selama ia bepergian. Dan batallah pernikahan mereka berdua.
Petarung Tangan Kosong.
Hampir setiap member 12 iblis bulan atas punya senjata andalannya masing-masing yang digunakan untuk bertarung. Namun berbeda dengan Akaza, dia bertarung menghadapi lawannya tanpa dipersenjatai apapun.
"Satu-satunya senjata kita adalah kepalan tangan". Ini merupakan kalimat dari sang guru dan dipegang teguh oleh Akaza kemudian dijadikan prinsip hidup. Bahwa seorang dia bukan seorang samurai. Dia tak membawa senjata. Tapi dia membawa senjata di dalam hati.
Yang sudah menonton Demon Slayer : Infinity Castle pasti sepakat, bahwa Akaza tidak sejahat yang kita kira.


Post a Comment