Tambun Selatan
![]() |
| Sumber foto : googlemap |
Akhir September 2025
Bus Sinarjaya tujuan lebak bulus akhirnya tiba. Bus berwarna putih itu memuntahkan satu persatu penumpangnya sebelum adzan subuh berkumandang. Semua penumpang turun, termasuk saya, istri dan anak saya. Begitu keluar dari bus hawa hangat Jakarta langsung menyergap kami.
Begitu turun saya langsung membuka handphone dan memesan GoCar untuk mengantar kami ke tempat Saudara di Pejaten, Jakarta Selatan. Sebelum ke tempat tujuan utama saya memang punya rencana untuk mampir ke warung yang adek saya jaga untuk beristirahat dan sambil lalu belajar bagaimana menjaga warung Madura yang baik dan benar.
Awal Oktober 2025
Dua hari berlalu, saya pun pamit menuju Bekasi. Menjadi penjaga warung Madura adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Keputusan ini saya ambil dengan pertimbangan yang sangat sulit mengingat saya harus meninggalkan dua pekerjaan sekaligus di Madura, yang sudah saya tekuni selama tiga tahun, yaitu menjadi pengajar SMK di Pondok tercinta dan operator pembantu di Balai Desa.
Meski keputusan tersebut terkesan setengah hati, saya mengira merantau adalah pilihan yang logis. Karena menurut saya pribadi, pasangan suami istri yang pergi merantau motivasinya tidak melulu soal finansial, barangkali juga sebuah pilihan agar terlepas dari belenggu kehidupan sosial di kampung yang sudah tidak relevan dengan pola hidup generasi milenial. Atau bisa jadi ini juga sebuah pilihan agar lepas dari jerat hegemoni mertua, misalnya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya saya tiba di sebuah warung Madura yang terletak di paling ujung sebuah ruko berwarna biru muda di Tambun Selatan.


Posting Komentar