Mari Belajar dar Kisah Akaza dalam Film Kimetsu no Yaiba Infinity Castle.

Table of Contents
Foto : cnnindonesia.com

Bagi saya, sebagai penggemar berat Anime Kimetsu No Yaiba atau Demon Slayer, tahun 2025 adalah momen yang paling ditunggu-tunggu.

Di samping kebahagiaan menyambut semarak HUT RI ke-80, Agustus menjadi bulan yang sangat spesial bagi saya karena Anime Kimetsu no Yaiba Infinity Castle akhirnya tayang di Bioskop Indonesia. 

Seri Ini adalah babak (arc) terakhir dari rangkaian Film Demon Slayer yang sangat dinanti-nantikan oleh banyak fans karena menjadi pertarungan klimaks antara pasukan Pembasmi Iblis melawan Muzan CS.

Berbeda dengan season sebelumnya yang tayang mingguan di TV, Infinity Castle Arc diadaptasi menjadi film trilogi yang diangkat ke layar lebar. Keputusan ini diambil karena skala animasi dan intensitas pertarungan di arc ini sangat masif, sehingga Ufotable, pihak yang memproduksi Anime tersebut, memilih format bioskop untuk menjaga kualitas visual animasinya.

Cerita dimulai ketika pasukan pembasmi iblis memasuki Infinity Castle, sebuah dimensi tanpa batas yang memang disediakan oleh Muzan untuk memuluskan rencana liciknya membunuh para Hashira.

Sebelum berhadapan dengan Muzan, para Hashira harus menghadapi para bawahannya. Tujuannya jelas untuk menguras kekuatan mereka sebelum berhadapan langsung dengan sang Raja Iblis.

Dalam film ini ada tiga pertarungan sengit yang tersaji. Yang pertama Shinobu Kocho melawan Douma. Kedua Zenitsu Vs kakak seperguruannya, yaitu Kaigaku. Dan yang ketiga adalah Tanjiro dan Giyu Tamioka vs Akaza. Dari ketiga pertarungan tersebut yang terakhir mengambil porsi cerita yang paling dominan. 

Terjadi jual beli serangan di antara ketiganya. Meskipun satu lawan dua, Tanjiro dan Giyu kewalahan bahkan nyaris kalah melawan Akaza yang merupakan Iblis bulan atas peringkat 3. 

Pertarungan Akaza melawan Tanjiro dan Giyu Tomioka adalah salah satu momen paling emosional dalam Arc. Infinity Castle. 

Di ujung pertarungan, kita diperlihatkan kisah masa lalu Akaza. Bagaimana latar belakangnya sebelum menjadi Iblis dan apa yang memberinya motivasi untuk menjadi manusia yang paling kuat.

Setidaknya ada dua fase kehilangan yang dialami Akaza sebelum ia murtad dan tersesat di jalan Iblis. Yang pertama kehilangan ayahnya dan kedua kehilangan guru sekaligus kekasihnya, yaitu Keizo dan Koyuki. 

Ada satu adegan yang membuat saya terharu dan ingin menitikkan air mata, yaitu momen kilas balik ketika kesadarannya sabagai menusia muncul. Koyuki hadir seolah-olah menggengam tangan Akaza dan berusaha menyadarkannya untuk bertobat untuk kembali ke jalan yang benar. 

Dari kisah Akaza kita bisa belajar bahwa di balik sifat jahat, seseorang pernah menjadi baik. Sebelum dunia mengubah dan memberinya kemalangan tanpa maaf. 

Penting juga untuk kita menjaga sikap dan selalu meminta maaf jika salah. Karena kita tidak pernah tahu, ucapan atau tindakan mana yang sudah atau akan melukai orang lain. 

Selain itu mari kita juga belajar untuk saling mengingatkan. Saling memberikan support bagi yan lain yang sedang ditimpa kemalangan agar tidak lahir Akaza Akaza yang lain. 

Post a Comment