Di Balik Keputusan Merantau
Table of Contents
![]() |
| Suasana Terminal baru Pamekasan ( Foto : tvonenews.com) |
Bukan hanya soal perkara tidur yang harus diatur ulang, hal yang juga membuat saya sulit mengambil keputusan adalah, saya harus melepaskan dua pekerjaan sekaligus, yaitu menjadi pengajar SMK di Pondok tercinta dan menjadi operator pembantu di Balai Desa.
Menanggapi keputusan ini, teman-teman saya terbagi menjadi dua kubu, ada yang pro mendukung saya untuk berangkat merantau demi kemandirian finansial, juga ada yang kontra meminta saya untuk tetap bertahan dengan pekerjaan saya saat itu.
"Pekerjaan biarpun gaji sedikit yang penting barokah. Intinya harus sabar", nasehat seorang teman waktu itu.
Setelah melalui pertimbangan yang panjang, akhirnya saya memilih untuk tetap merantau. Banyak yang mengira saya berangkat merantau motivasinya karena desakan ekonomi, padahal alasan sebenarnya karena ada konflik domistik di dalam keluarga kecil kami.
Dan, barangkali alasan ini juga yang melatarbelakangi pasangan suami istri lainnya untuk berangkat merantau, di samping motif ekonomi, mereka ingin lepas dari jeratan hegemoni mertua yang kadang otoriter. Mereka juga ingin bebas - kalau tidak ingin disebut lari - dari belenggu kehidupan sosial di desa yang dianggap kurang ramah, lebih-lebih bagi generasi milenial dan Gen-Z.
Berangkat ke Jakarta.
28 September 2025. Akhirnya hari keberangkatan itu tiba. Sekira jam setengah 10 siang saya berangkat. Perjalanan dari rumah saya di ujung utara pulau Madura menuju ke Terminal baru Pamekasan memakan waktu kurang lebih satu jam menggunakan mobil L300 carteran milik teman saya.
Bersama istri dan anak saya yang masih umur 3 tahun, saya tiba di Terminal baru Pamekasan sekitar jam setengah 11. Itu artinya saya harus menunggu. Karena Bus Sinar Jaya yang akan mengangkut kami ke Jakarta baru akan berangkat jam 11.
![]() |
| Bus Sinar Jaya (Foro : oto.detik.com) |
Setelah menunggu cukup lama, bus sleeper berwarna putih itu pun akhirnya datang. Kami bertiga pun naik. Kami akan menghabiskan waktu 16 jam di dalam bus melewati punggung Pulau Jawa.
Bersambung................
Buat yang punya pengalaman di balik keputusan ketika akan merantau, yuks bagikan di kolom komentar.


Post a Comment