Skip to main content
BlogAzka.com

follow us

Cara membatalkan BPJS kesehatan


Membatalkan BPJS kesehatan - Ketika ada salah satu anggota keluarga yang terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan mandiri (bukan penerima bantuan pemerintah) lalu meninggal dunia, maka peserta/keluarga yang lain harus sesegera mungkin melaporkan ke BPJS kesehatan karena system BPJS kesehatan tidak secara otomatis mengetahuinya hingga adanya laporan tertulis dari pihak keluarga peserta.

Gunanya pelaporan yaitu untuk memutus biaya premi bulanan peserta BPJS kesehatan yang meninggal tersebut, karena kalau tidak di laporkan maka system BPJS akan terus menjumlah tagihan bulanan peserta BPJS kesehatan termasuk peserta yang sudah meninggal. Karena aturan saat ini tidak seperti di awal adanya BPJS kesehatan, saat itu jika peserta tidak membayar premi lebih dari 3 bulan maka di nyatakan nonaktif.

Apakah peserta BPJS kesehatan yang meninggal dunia dapat santunan ?

Jawaban nya tidak, karena jaminan yang di berikan oleh BPJS kesehatan mencakup biaya pengobatan dan biaya perawatan peserta BPJS kesehatan ketika masih hidup dan mengalami sakit melalui fasilitas kesehatan yang telah di tentukan, adapun ketika ada peserta BPJS kesehatan yang meningal dunia maka BPJS kesehatan tidak berkewajiban untuk memberikan biaya santunan kematian.

Untuk membuat laporan peserta BPJS kesehatan yang meninggal dunia bisa di lakukan oleh pihak keluarga atau kerabat yang lain yaitu dengan mendatangi kantor BPJS kesehatan di wilayah masing-masing dengan membawa persyaratan yang telah di tentukan oleh BPJS seperti yang akan saya sebutkan di bawah ini.
  1. Surat Keterangan Kematian (SKK) yang bisa di peroleh dari Rumah Sakit kalau peserta meninggal ketika sedang di rawat atau minta di buatkan surat SKK dari kelurahan setempat.
    Contoh surat keterangan kematian dari kelurahan di bawah ini.



  2. Potocopy KTP dan Kartu Keluarga (KK) peserta BPJS kesehatan yang meninggal dunia.
  3. Kartu BPJS kesehatan peserta yang meninggal dunia.

Dan syarat yang terakhir peserta BPJS kesehatan yang meninggal dunia tidak mempunyai tunggakan iuran bulanan BPJS kesehatan, adapun jika almarhum/almarhumah mempunyai tunggakan maka pihak keluarga harus terlebih dahulu melunasinya.

Persyaratan yang di sebutkan di atas ini pelapor wajib melampirkannya ketika membuat laporan di kantor BPJS kesehatan.

Pelaporan berlaku bagi Peserta Aktif dan bagi Peserta BPJS Kesehatan belum Aktif yang sudah meninggal dunia.

Peserta aktif adalah peserta yang sudah terdaftar dan rutin membayar premi setiap bulan. Sedangkan peserta yang belum aktif yaitu yang sudah di daftarkan menjadi peserta BPJS kesehatan namun belum melewati batas waktu 14 hari sejak mendaftar yang artinya belum membayar premi untuk yang pertama kalinya namun keburu meninggal dunia.




Ketika di kantor BPJS kesehatan pelapor mengisi formulir pengajuan pembatalan peserta BPJS Kesehatan yang meninggal dunia dengan menyertakan persyaratan yang di sebutkan di atas.
Dan untuk contoh formulir nya seperti gambar di atas ini.

Dari petugas BPJS Kesehatan yang saya temui menyebutkan bahwa " Setelah adanya pelaporan peserta BPJS Kesehatan yang meninggal dunia terkait iuran untuk bulan yang sedang berjalan, ada kemungkinan masih ada tagihan namun untuk bulan berikutnya di pastikan sudah tidak ada lagi tagihan ".

Dan benar juga, dari pengalaman yang saya alami ketika melaporkan kerabat (Peserta BPJS) yang meninggal dunia ke kantor BPJS Kesehatan. Untuk bulan dimana saya membuat laporan masih ada tagihan premi padahal ketika saya cek di aplikasi Mobile JKN pada halaman peserta dengan notifikasi peserta meninggal dunia.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar