Klaim JHT Di Tolak Berikut Ini Cara Mengatasinya

Klaim Jaminan Hari Tua (JHT) Di Tolak Berikut Ini Cara untuk Mengatasinya, Pada dasarnya jaminan hari tua yang berupa uang tunai adalah hak dari para peserta BPJS ketenagakerjaan dan pihak mana pun termasuk pemerintah dalam hal ini BPJS ketenagakerjaan selaku pihak penyelenggara tidak bisa menolak pengajuan klaim yang di ajukan pesertanya namun berdalih mengikuti aturan yang berlaku perihal memenuhi syarat untuk pengajuan klaim dan juga agar saldo JHT tidak jatuh kepada yang bukan miliknya, pihak BPJS ketenagakerjaan tidak akan mentolelir dan berhak untuk menolak atau menangguhkan pencairan JHT Jika ternyata dokumen yang di ajukan tidak valid dengan data peserta yang ada di databasenya BPJS ketenagakerjaan sampai si peserta memperbaiki data yang sebenarnya.

Klaim JHT Di Tolak Berikut Ini Cara Mengatasinya

Sebelum mendatangi kantor BPJS ketenagakerjaan untuk mengajukan klaim JHT ada baiknya ketahui terlebih dahulu dokumen apa saja yang wajib di bawa (baik asli atau photo copy) dan lihat apakah saat ini anda sudah memenuhi persyaratan untuk mengajukan klaim JHT dan jika memang tidak terdapat perbedaan data kependudukan dan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk menghemat waktu anda alangkah baiknya mengajukan permohonan klaim melalui Elektronik klaim (E-klaim) karena lebih mudah dan praktis.
Karena dalam banyak kasus peserta yang hendak mencairkan JHT di kantor BPJS Ketenagakerjaan pulang dengan tangan hampa karena pengajuan nya di tolak dengan alasan yang berbeda-beda.
Di bawah ini beberapa kasus pengajuan klaim JHT di tolak dan cara untuk mengatasi nya berdasarkan pengalaman dari beberapa teman dan dari sumber lainnya yang dapat di percaya.

Berikut ini pengajuan klaim JHT Di Tolak dan berikut Cara untuk Mengatasinya

1. Kepesertaan Masih Aktif
Ketika peserta memutuskan untuk berhenti atau mengundurkan diri dari perusahaan karena akan mencairkan JHT dan sudah memegang surat referensi dari perusahaan (Paklaring) biasanya si peserta akan langsung mendatangi kantor cabang BPJS untuk pencairan padahal hal tersebut akan sia-sia karena sudah bisa di pastikan pengajuan klaim akan di tolak karena syarat utama untuk mengajukan klaim JHT adalah status kepesertaan anda harus sudah non aktif di BPJS Ketenagakerjaan baik bagi yang mengajukan permohonan klaim online atau pun manual
  •  Jika melalui Online atau yang di sebut dengan elektronik klaim (E-klaim) seperti melalui aplikasi BPJSTKU jika status masih aktif maka ketika klik > Pengajuan Klaim maka notifikasi yang muncul adalah "Opps, Proses tidak dapat di teruskan Status kepesertaan anda masih aktif".
  • Jika mendatangi kantor cabang BPJS ketenagakerjaan dan sudah berhadapan dengan petugas di loket pengajuan klaim atau loket pemeriksaan dokumen maka yang pertama kali di cek melalui komputer adalah status aktif dan non aktif anda di BPJS ketenagakerjaan dan jika ternyata masih aktif maka si petugas tidak akan melanjutkan ke tahap Verifikasi dokumen paling juga menyarankan anda untuk datang kembali jika sudah non aktif.

Lalu Bagaimana Cara Mengatasi Kepesertaan masih Aktif di BPJS Ketenagakerjaan?
Karena salah satu syarat untuk mengajukan klaim bagi peserta yang berhenti bekerja adalah ada jeda waktu selama 30 hari di mulai dari tanggal berhenti bekerja maka dengan demikian anda harus bersabar menunggu satu bulan kemudian hingga perusahaan melaporkan pengunduran diri anda ke pihak BPJS ketenagakerjaan dan perusahaan sedang tidak mempunyai tunggakan iuran bulanan ke BPJS Ketenagakerjaan.
Bagaimana Cara Mengetahui Status Aktif dan Non Aktif di BPJS Ketenagakerjaan?
BPJS Ketenagakerjaan sudah meluncurkan aplikasi yang berbasis Android dan IOS untuk lebih jelasnya bisa membaca postingan sebelumnya Cara Cek Kepesertaan Jamsostek

0 Response to "Klaim JHT Di Tolak Berikut Ini Cara Mengatasinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel