Skip to main content

follow us

Aturan baru mencairkan saldo JHT (BPJS ketenagakerjaan)

Jaminan Hari tua (JHT) merupakan program badan penyelanggara jaminan sosial BPJS ketenagakerjaan yang berupa tabungan untuk persiapan memasuki hari tua para pekerja.

Apa manfaat Program JHT Bagi Pekerja?


Seperti yang tertera di dalam aplikasi BPJSTKU perihal informasi JHT, manfaat yang akan di terima peserta berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran di tambah dengan dari hasil pengembangannya.

Kapan JHT bisa di Klaim oleh Peserta BPJS ketenagakerjaan?


Sebelumnya, dalam Peraturan pemerintah (PP) No. 46 Tahun 2015 disebutkan, manfaat JHT akan di terima oleh peserta jamsostek ketika memasuki usia pensiun. Sementara bagi Peserta yang terkena PHK atau berhenti dari pekerjaan sebelum usia pensiun, JHT bisa di cairkan ketika sudah menginjak usia pensiun 56 (lima puluh enam tahun).
Namun di era kepemimpinan presiden Joko widodo Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 di perbarui dengan menandatangani PP Nomor 60 Tahun 2015 yang menghapus ketentuan pencairan JHT pada usia 56 tahun.
PP No. 60 tahun 2015 perihal pencairan saldo jaminan hari tua BPJS ketenagakerjaan sudah di berlakukan sejak 1 september 2015.


Pengajuan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan terbagi dalam 3 pilihan


1. Klaim JHT sebagian berupa uang tunai maksimal 10% dari total saldo yang di miliki, bagi peserta yang masih bekerja dengan syarat sudah menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan minimal 10 tahun.

2. Klaim JHT sebesar 30% dari total saldo yang di miliki bagi peserta yang masih aktif bekerja dengan syarat sudah menjadi peserta minimal 10 tahun dan dengan tujuan pencairan untuk biaya perumahan (DP rumah). dan anda tidak akan menerima uang tunai karena uang akan langsung masuk ke pihak pengembang perumahan (KPR).

3. Klaim atau Pencairan berupa uang tunai sebesar 100% bagi peserta BPJS ketenagakerjaan apabila :
  1. Mencapai usia pensiun 56 tahun
  2. Berhenti bekerja dengan masa tunggu minimal 1 bulan dan sedang tidak bekerja kembali
  3. Mengalami cacat total tetap
  4. Meninggal dunia
  5. Meninggalkan negara Republik Indonesia untuk selama lamanya.

Ketentuan untuk pencairan 10% dan yang 30% hanya di perbolehkan memilih salah satu tidak bisa memilih kedua duanya dan setelah klaim yang 10% atau yang 30% pilihan selanjutnya adalah pencairan yang 100%.

Untuk Pencairan jaminan hari tua (JHT) 100% atau seluruhnya bisa di lakukan dengan dua cara :
  1. Pengajuan klaim JHT dengan cara Elektronik klaim (e-klaim) melalui Website atau melalui Aplikasi BPJSTKU
  2. Pengajuan klaim JHT secara manual bisa di lakukan dengan mendatangi kantor cabang BPJS ketenagakerjaan terdekat.

Syarat pengajuan klaim untuk kedua cara tersebut sama yaitu dengan menyiapkan dokumen yang di butuhkan. Jika ada perbedaan data, baca Mengatasi Pencairan JHT Yang Di Tolak

Berikut ini Persyaratan Dokumen Pengajuan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS ketenagakerjaan Sebelum Usia 56 Tahun

  1. Mengisi formulir 5 (F5)
  2. Fotokopi buku tabungan
  3. Fotokopi identitas peserta (KTP/Paspor) menyertakan yang asli
  4. Fotokopi kartu keluarga (KK) dengan menyertakan yang asli
  5. Kartu peserta BPJS ketenagakerjaan (KPJ) yang asli
  6. Surat keterangan kerja (Paklaring) jika mencairkan JHT sebelum usia 55 tahun.

Apa perbedaan klaim online (e-klaim) dan manual? Kalau klaim online harus dengan gadget yang terkoneksi dengan Internet baik melalui PC ataupun smartphone dan bisa di lakukan di rumah, sedangkan klaim manual dengan mendatangi kantor cabang BPJS ketenagakerjaan. Dan dari kedua cara pencairan tersebut yang paling simpel dan tidak ribet adalah pengajuan klaim secara online (e-klaim) karena tidak harus datang pagi-pagi dan mengantri seperti yang biasa terjadi jika melakukan klaim secara manual.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar