Skip to main content
BLOGAZKA.COM

follow us

Aturan Baru Klaim JHT BPJS ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya bernama Jamsostek (jaminan sosial tenaga kerja),yang di kelola PT Jamsostek (persero). Namun sesuai UU No. 24Tahun 2011 tentang BPJS, sejak tanggal 1 Januari 2014, Jamsostek berganti nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Jaminan Hari tua (JHT) merupakan salah satu program yang ada di dalam BPJS ketenagakerjaan , berupa tabungan uang untuk persiapan memasuki hari tua para pekerja.

Manfaat Program JHT Bagi Pekerja


Seperti yang tertera di dalam aplikasi BPJSTKU Perihal informasi JHT, manfaat yang akan di terima peserta berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran di tambah dengan dari hasil pengembangannya.

Kapan JHT Bisa di klaim oleh Peserta BPJS ketenagakerjaan?


Sebelumnya, dalam Peraturan pemerintah (PP) No. 46 Tahun 2015 disebutkan, manfaat JHT akan di terima oleh peserta jamsostek ketika memasuki usia pensiun. Sementara bagi Peserta yang terkena PHK atau berhenti dari pekerjaan sebelum usia pensiun, JHT bisa di cairkan ketika sudah menginjak usia pensiun.

Namun di era kepemimpinan presiden Joko widodo Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 di perbarui dengan menerbitkan PP Nomor 60 Tahun 2015 yang menghapus ketentuan pencairan JHT pada usia 56 tahun ( usia pensiun tahun 2019 di revisi menjadi 57 tahun). PP No. 60 tahun 2015 perihal pencairan saldo jaminan hari tua BPJS ketenagakerjaan sudah di berlakukan sejak 1 september 2015.

Pengajuan klaim JHT terbagi dalam 3 Pilihan


1. Klaim JHT sebagian berupa uang tunai maksimal 10% dari total saldo yang di miliki, bagi peserta yang masih bekerja dengan syarat sudah menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan minimal 10 tahun.

2. Klaim JHT sebesar 30% dari total saldo yang di miliki bagi peserta yang masih aktif bekerja dengan syarat sudah menjadi peserta minimal 10 tahun dan dengan tujuan pencairan untuk biaya perumahan (DP rumah). Dan anda tidak akan menerima uang tunai karena uang akan langsung masuk ke pihak pengembang perumahan (KPR).

3. Pencairan berupa uang tunai sebesar 100% bagi peserta BPJS ketenagakerjaan apabila :

  1. Mencapai usia pensiun 56 tahun (usia pensiun tahun 2019 di revisi menjadi 57 tahun)
  2. Berhenti bekerja dengan masa tunggu minimal 1 bulan dan sedang tidak bekerja kembali
  3. Mengalami cacat total tetap
  4. Meninggal dunia
  5. Meninggalkan negara Republik Indonesia untuk selama lamanya.


Ketentuan untuk pencairan 10% dan yang 30% hanya di perbolehkan memilih salah satu tidak bisa memilih kedua duanya dan setelah klaim yang 10% atau yang 30% pilihan selanjutnya adalah pencairan yang 100%.

Untuk pencairan jaminan hari tua (JHT) 100% atau seluruhnya bisa di lakukan dengan 3 cara :
  1. Pengajuan klaim JHT dengan cara Elektronik klaim (e-klaim) melalui Website atau melalui Aplikasi BPJSTKU
  2. Pengajuan klaim JHT secara manual bisa di lakukan dengan mendatangi kantor cabang BPJS ketenagakerjaan terdekat (daftar antrian online).
  3. Melalui Bank yang bekerja sama dengan BPJS ketenagakerjaan dan hanya melayani 5 - 10 orang perhari, datang langsung antrian manual di buka antara jam 3/4 pagi.

Syarat pengajuan klaim untuk ketiga cara yang di sebutkan di atas ini sama yaitu dengan membawa berkas dokumen yang di butuhkan.

Baca juga : Yang menyebabkan pencairan JHT anda di tolak


Dokumen Pengajuan Jaminan Hari Tua (JHT) Sebelum Usia Pensiun


  1. Mengisi formulir 5 (F5)
  2. Fotokopi buku tabungan
  3. Fotokopi identitas peserta (KTP/Paspor) menyertakan yang asli
  4. Fotokopi kartu keluarga (KK) dengan menyertakan yang asli
  5. Kartu peserta BPJS ketenagakerjaan (KPJ) yang asli
  6. Surat keterangan kerja (Paklaring) jika mencairkan JHT sebelum usia 57 tahun.


Yang di Maksud Dengan Vaklaring


Vaklaring adalah Dokumen yang harus di bawa untuk klaim JHT sebelum usia pensiun. Vaklaring adalah surat referensi dari perusahaan atau Surat Keterangan Kerja, yang isinya menerangkan Nama pekerja, tempat tanggal lahir, alamat, dan juga menerangkan mulai bekerja hingga tanggal terakhir bekerja.

Kemudian vaklaring harus ada Kop perusahaan dan di legalisir dan ada tanda tangan kepala HRD atau pimpinan perusahaan dan terakhir isi surat harus di ketik tidak boleh menggunakan tulisan tangan.

Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan 100% tidak bisa dicairkan tanpa paklaring dan surat paklaring hanya bisa di peroleh dari perusahaan yang sudah anda tinggalkan, contoh vaklaring lihat gambar di atas ini.

Mengapa Harus Menggunakan vaklaring?


Karena perusahaan ikut andil dalam membayar iuran bulanan BPJS Ketenagakerjaan.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar