Skip to main content

follow us

Aplikasi Mata-mata Merajalela Di Android

Spyware komersial untuk OS Android banyak di perjual belikan di dunia maya dengan harga cukup murah dan celakanya Spyware tersebut dipromosikan oleh pembuatnya sebagai software yang sah dan bermanfaat untuk memonitor keluarga.

Apa itu Spyware
Spyware adalah sejenis software yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang seseorang atau organisasi tanpa sepengetahuan mereka, dan dapat mengirim data ke entitas lain tanpa sepengetahuan mereka.

Bagaimana cara kerja Spyware?
1. Bisa mengambil alih kontrol atas perangkat tanpa sepengetahuan pemilik perangkat. Aplikasi ini biasanya digunakan untuk mencuri dan mengumpulkan pesan teks, log panggilan dan rekaman, pelacakan GPS, data browser, multimedia yang tersimpan,
2. Bisa mengakses akun jejaring sosial korban dan aplikasi Messenger, begitu diakses, penyerang dapat mengamati percakapan di messenger, feeds, dan data-data pribadi lainnya dari profil jejaring sosial korban.

Dengan sejumlah besar data beresiko jatuh ke tangan yang salah, spyware dikembangkan tanpa memikirkan masalah keamanan, maka hal itu bisa mengakibatkan aksi peretasan yang parah di mana data-data akan berpindah tangan. Keadaan ini menjadikannya sebagai alat utama untuk tujuan komersial, kriminal bahkan berguna bagi mereka yang ingin mengeksploitasi pengguna.
Para ahli Kaspersky Lab melakukan pemeriksaan terhadap aplikasi spyware yang paling populer, dan hasilnya menemukan sejumlah masalah keamanan yang dapat membahayakan bukan hanya untuk perangkat itu sendiri, namun juga bagi data pribadi penggunanya.



Penelitian tersebut menemukan bahwa setiap aplikasi yang mengandung beberapa masalah keamanan sebagai berikut :
  • Aplikasi Non-market, sebagian besar aplikasi spyware komersial didistribusikan dari situs dan landing pages milik mereka sendiri, untuk menghindari pemeriksaan keamanan dari pasar online resmi. Akibatnya, saat menginstal aplikasi ini anda perlu 'allow install of non-market applications', yang berarti bahwa perangkat pengguna tidak dilindungi terhadap aksi infeksi lebih lanjut oleh malware.
  • Perangkat yang di-ROOT, beberapa fitur mata-mata bekerja hanya pada perangkat yang di-root. Banyak vendor merekomendasikan agar pengguna mendapatkan hak akses 'superuser'. Namun, hak root memberi Trojans kemampuan yang hampir tak ada habisnya dan membiarkan perangkat tersebut tidak berdaya melawan serangan penjahat cyber.

Data Pribadi Menjadi Beresiko
Para ahli Kaspersky Lab secara krusial menemukan bahwa aplikasi spyware banyak menimbulkan ancaman terhadap keamanan data pribadi, karena kelemahan keamanan produk dan perilaku pengembang yang ceroboh.
Karena setelah diunggah, pengembang cenderung tidak memperhatikan keamanan, dan akhirnya data pribadi tersebut dapat diakses oleh semua orang.

Menurut pakar keamanan Kaspersky Lab Alexey Firsh, "Spyware" komersial adalah sebuah contoh software yang dianggap sah dan bahkan membantu, namun sebenarnya menimbulkan sejumlah besar ancaman bagi penggunanya,"

Berikut ini langkah untuk pencegahan pencurian data di android


Untuk melindungi perangkat dan data pribadi dari serangan cyber yang mungkin terjadi :
  1. Jangan root perangkat Android Anda, karena ini akan membuka kemampuan yang hampir tak terbatas ke aplikasi berbahaya
  2. Nonaktifkan kemampuan untuk menginstal aplikasi dari sumber selain dari toko aplikasi resmi
  3. Selalu perbarui versi OS dari perangkat Anda, hal ini berguna untuk mengurangi kerentanan pada perangkat lunak dan mengurangi risiko serangan Instal solusi keamanan yang telah terbukti untuk melindungi perangkat Anda dari serangan cyber
  4. Selalu lindungi perangkat Anda dengan kata kunci, PIN atau sidik jari, sehingga penyerang tidak dapat mengakses perangkat Anda secara manual.

Berikut ini 4 tanda android terkena Malware


  1. Kuota berkurang (tak disadari), Malware berupaya mengumpulkan data akun perbankan, nomor kartu kredit, kontak, dan lain-lain. Begitu mendapatkan informasi ini, aplikasi yang terjangkit malware akan mentransfernya ke penjahat siber si penyebar malware, transfer informasi tersebut yang membuat kuota pengguna banyak terpakai.
  2. Smartphone Jadi Lemot, malware membuat kinerja smartphone berpotensi jadi lemot. Jika smartphone jadi sangat lemot meski perangkat tersebut belum lama dibeli, bisa jadi smartphone tersebut terkena malware. Terutama jika sudah me-reboot perangkat tapi tak ada perubahan apapun.
  3. Baterai Jadi Boros, Kebanyakan malware dirancang untuk beroperasi di background dan terus bekerja setiap saat untuk mengambil berbagai data yang diinginkan. Nah, cara kerja malware yang tanpa henti itu berpotensi besar membuat baterai smartphone jadi boros, padahal penggunanya hanya memakai smartphone untuk kinerja ringan. Anda perlu curiga saat baterai smartphone cepat drop padahal tidak dipakai untuk tugas-tugas berat.
  4. Panggilan Sering Terputus, Terkadang, saat sedang menelepon tiba-tiba telepon terputus karena sulit dapat sinyal. Namun ternyata hal itu juga bisa karena gangguan malware. Jika anda terlalu sering mengalami panggilan terputus, bisa jadi itu adalah ulah malware.

Di kutip dari laman detik.com dan liputan6.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar